Mendapatkan ide
yang baik, unik, dan baru tidak semudah membalik telapak tangan. Dalam
pengertian, ide tersebut harus dicari melalui berbagai macam cara, antara lain:
membaca buku; menikmati pemandangan alam; mengamati berbagai fenomena yang
terjadi di lingkungan sekitar, aktivitas individual dan sosial, perilaku dari
berbagai jenis hewan, pepohonan, pertunjukan dan benda-benda seni, dll; mendengarkan
orang-orang yang tengah bercerita, musik, lagu, dll; berdiskusi (bertukar
pendapat) dengan orang lain; melakukan perjalanan baik di dalam maupun di luar
negeri.
1.
Membaca Buku
Bagi setiap
calon penulis karya sastra memiliki suatu kewajiban untuk membaca buku baik
terbitan dalam maupun luar negeri. Dengan banyak membaca buku, calon penulis karya
sastra akan memiliki pengetahuan yang luas. Dengan pengetahuan yang luas, calon penulis karya
sastra akan memiliki banyak ide untuk dituang ke dalam karya-karyanya.
Hal yang tidak
bisa dilupakan oleh calon penulis karya sastra yakni membaca karya-karya dari
para sastrawan baik yang dipublikasikan di media massa cetak atau elektronik
maupun penerbit. Selain merangsang untuk mendapatkan ide, membaca karya dari
para sastrawan dapat memicu spirit untuk menulis karya yang lebih baik (bukan
mencontoh).
2.
Menikmati
Pemandangan
Untuk
mendapatkan ide brilian yang akan dituang ke dalam karya sastra tidak mudah
bagi calon penulis. Sebab itu, datanglah ke tempat-tempat dengan pemandangan
alam yang menakjubkan seperti pantai, tepian danau, atau tepian sungai, puncak
gunung, puncak bukit, taman, tepian bentangan sawah, dll. Tempat-tempat
tersebut memiliki potensi untuk merangsang pada setiap calon penulis di dalam mendapatkan ide.
Di tempat-tempat
dengan pemandangan alam yang menakjubkan pula terdapat peristiwa-peristiwa
puitik. Selain memberikan ide pada setiap calon penulis, peristiwa-peristiwa
puitik tersebut dapat memerkaya pengalaman puitik yang sangat berguna di dalam
menciptakan karya bergenre puisi.
3.
Melakukan
Pengamatan
Salah satu cara
untuk mendapatkan ide dapat ditempuh dengan mengamati berbagai fenomena yang
terjadi di lingkungan sekitar, aktivitas individual dan sosial, perilaku dari
berbagai jenis hewan, pepohonan, pertunjukan dan benda-benda seni, dll. Selain
ide, kerja pengamatan tersebut dapat memperkaya pengalaman batin serta memicu
permenungan filosofis, puitis, dan estetis yang dapat dijadikal bekal di dalam
menulis karya sastra, terutama puisi.
Kerja pengamatan
yang dilakukan oleh setiap calon penulis karya sastra dapat pula dimaknai
sebagai pengumpulan data. Sehingga di dalam penciptaan karya sastra (khususnya
cerita pendek atau novel), setiap calon penulis akan dapat melukiskan sesuatu
hal dengan tepat. Mengingat pelukisan tersebut sesuai dengan data, bukan
sekadar hasil dari imajinasi belaka.
4.
Mendengarkan
Orang Lain Bercerita
Sebagai calon
penulis sastra hendaklah menjadi pendengar yang baik ketika orang lain
berbicara atau bercerita. Dikarenakan melalui cerita yang disampaikan oleh orang
lain tersebut, kita akan mendapatkan ide. Melalui cerita tersebut, kita bisa
menjadikannya bahan untuk menulis cerita pendek atau novel.
Berdasarkan
pengalaman saya bahwa untuk mendapatkan cerita-cerita menarik dari orang lain
harus menjemput bola. Artinya, kita harus sering melakukan interaksi dengan
orang lain, terutama dengan orang-orang yang suka bercerita. Karenanya,
seringlah datang ke tempat-tempat ziarah yang dikunjungi banyak orang
bermasalah. Di sana, kita akan mendapatkan bahan cerita yang diluar dugaan
sangat menakjubkan dan layak untuk diabadikan ke dalam karya sastra, terutama cerita
pendek.
Selain cerita, musik dan lagu yang
kita dengar dapat memberikan ide untuk menulis karya sastra, terutama puisi. Pendapat
ini berdasarkan pengalaman saya sewaktu pertama kali menekuni bidang penulisan
puisi. Ketika menderngar musik klasik yang sangat inspiratif tersebut, saya
dapat menulis banyak puisi.
5. Berdiskusi dengan Orang Lain
Sungguhpun menulis
karya sastra adalah kerja individual, namun berdiskusi dengan orang lain sangat
diperlukan. Mengingat melalui diskusi, calon penulis karya sastra akan
mendapatkan ide yang tidak terduga. Bahkan melalui diskusi, calon penulis karya
sastra akan dapat mematangkan ide yang masih mentah untuk diangkat ke dalam
karya sastra.
6. Melakukan Perjalanan
Hal yang tidak
kalah efektifnya untuk mendapatkan ide yakni melakukan perjalanan baik di dalam
maupun luar negeri. Melalui perjalanan baik lewat darat, laut, maupun udara;
banyak ide yang diperoleh. Ide itu bukan hanya didapat dari sepanjang
perjalanan, namun dari cerita orang lain yang ada di dekat kita.
Karena banyak ide yang akan didapat
selama melakukan perjalanan, maka calon penulis karya sastra disarankan untuk
membawa alat tulis atau laptop. Catat ide-ide itu. Seusai melakukan perjalanan, olah dan matangkan ide-ide itu sebelum
dituang ke dalam karya sastra. [Sri Wintala Achmad]

No comments:
Post a Comment