Tuesday, January 23, 2018

KIAT MENDAPATKAN IDE DALAM MENULIS

Mendapatkan ide yang baik, unik, dan baru tidak semudah membalik telapak tangan. Dalam pengertian, ide tersebut harus dicari melalui berbagai macam cara, antara lain: membaca buku; menikmati pemandangan alam; mengamati berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar, aktivitas individual dan sosial, perilaku dari berbagai jenis hewan, pepohonan, pertunjukan dan benda-benda seni, dll; mendengarkan orang-orang yang tengah bercerita, musik, lagu, dll; berdiskusi (bertukar pendapat) dengan orang lain; melakukan perjalanan baik di dalam maupun di luar negeri.

1.      Membaca Buku
Bagi setiap calon penulis karya sastra memiliki suatu kewajiban untuk membaca buku baik terbitan dalam maupun luar negeri. Dengan banyak membaca buku, calon penulis karya sastra akan memiliki pengetahuan yang luas. Dengan  pengetahuan yang luas, calon penulis karya sastra akan memiliki banyak ide untuk dituang ke dalam karya-karyanya.
Hal yang tidak bisa dilupakan oleh calon penulis karya sastra yakni membaca karya-karya dari para sastrawan baik yang dipublikasikan di media massa cetak atau elektronik maupun penerbit. Selain merangsang untuk mendapatkan ide, membaca karya dari para sastrawan dapat memicu spirit untuk menulis karya yang lebih baik (bukan mencontoh).

2.      Menikmati Pemandangan
Untuk mendapatkan ide brilian yang akan dituang ke dalam karya sastra tidak mudah bagi calon penulis. Sebab itu, datanglah ke tempat-tempat dengan pemandangan alam yang menakjubkan seperti pantai, tepian danau, atau tepian sungai, puncak gunung, puncak bukit, taman, tepian bentangan sawah, dll. Tempat-tempat tersebut memiliki potensi untuk merangsang pada setiap calon penulis  di dalam mendapatkan ide.
Di tempat-tempat dengan pemandangan alam yang menakjubkan pula terdapat peristiwa-peristiwa puitik. Selain memberikan ide pada setiap calon penulis, peristiwa-peristiwa puitik tersebut dapat memerkaya pengalaman puitik yang sangat berguna di dalam menciptakan karya bergenre puisi.

3.      Melakukan Pengamatan
Salah satu cara untuk mendapatkan ide dapat ditempuh dengan mengamati berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar, aktivitas individual dan sosial, perilaku dari berbagai jenis hewan, pepohonan, pertunjukan dan benda-benda seni, dll. Selain ide, kerja pengamatan tersebut dapat memperkaya pengalaman batin serta memicu permenungan filosofis, puitis, dan estetis yang dapat dijadikal bekal di dalam menulis karya sastra, terutama puisi. 
Kerja pengamatan yang dilakukan oleh setiap calon penulis karya sastra dapat pula dimaknai sebagai pengumpulan data. Sehingga di dalam penciptaan karya sastra (khususnya cerita pendek atau novel), setiap calon penulis akan dapat melukiskan sesuatu hal dengan tepat. Mengingat pelukisan tersebut sesuai dengan data, bukan sekadar hasil dari imajinasi belaka.

4.      Mendengarkan Orang Lain Bercerita
Sebagai calon penulis sastra hendaklah menjadi pendengar yang baik ketika orang lain berbicara atau bercerita. Dikarenakan melalui cerita yang disampaikan oleh orang lain tersebut, kita akan mendapatkan ide. Melalui cerita tersebut, kita bisa menjadikannya bahan untuk menulis cerita pendek atau novel.
Berdasarkan pengalaman saya bahwa untuk mendapatkan cerita-cerita menarik dari orang lain harus menjemput bola. Artinya, kita harus sering melakukan interaksi dengan orang lain, terutama dengan orang-orang yang suka bercerita. Karenanya, seringlah datang ke tempat-tempat ziarah yang dikunjungi banyak orang bermasalah. Di sana, kita akan mendapatkan bahan cerita yang diluar dugaan sangat menakjubkan dan layak untuk diabadikan ke dalam karya sastra, terutama cerita pendek.
          Selain cerita, musik dan lagu yang kita dengar dapat memberikan ide untuk menulis karya sastra, terutama puisi. Pendapat ini berdasarkan pengalaman saya sewaktu pertama kali menekuni bidang penulisan puisi. Ketika menderngar musik klasik yang sangat inspiratif tersebut, saya dapat menulis banyak puisi.

5.      Berdiskusi dengan Orang Lain
            Sungguhpun menulis karya sastra adalah kerja individual, namun berdiskusi dengan orang lain sangat diperlukan. Mengingat melalui diskusi, calon penulis karya sastra akan mendapatkan ide yang tidak terduga. Bahkan melalui diskusi, calon penulis karya sastra akan dapat mematangkan ide yang masih mentah untuk diangkat ke dalam karya sastra.

6.      Melakukan Perjalanan
            Hal yang tidak kalah efektifnya untuk mendapatkan ide yakni melakukan perjalanan baik di dalam maupun luar negeri. Melalui perjalanan baik lewat darat, laut, maupun udara; banyak ide yang diperoleh. Ide itu bukan hanya didapat dari sepanjang perjalanan, namun dari cerita orang lain yang ada di dekat kita.
        Karena banyak ide yang akan didapat selama melakukan perjalanan, maka calon penulis karya sastra disarankan untuk membawa alat tulis atau laptop. Catat ide-ide itu. Seusai melakukan perjalanan, olah dan matangkan ide-ide itu sebelum dituang ke dalam karya sastra. [Sri Wintala Achmad]

No comments:

Post a Comment