Wednesday, January 17, 2018

KIAT MEMUBLIKASIKAN CERPEN DI MEDIA MASSA

7 CIRI CERPEN BERPELUANG DIMUAT DI MEDIA MASSA
Oleh: Sri Wintala Achmad

Sri Wintala Achmad
Agar karya cerpen memiliki peluang besar untuk dapat dimuat di media massa, maka seorang penulis harus berpedoman pada langkah-langkah taktis sebagaimana dijelaskan di bawah ini:

1.        Ditulis dengan Rapi
Cerpen yang dikirim via email ke redaktur sastra media massa harus ditulis dengan rapi. Sudah diedit dan dikoreksi atas kesalahan penulisan aksara dalam setiap kata dan tanda baca. Sebab sekalipun cerpen itu bagus, namun penulisannya masih acak-acakan serta belum mendapatkan sentuhan editing dan koreksi aksara, maka peluangnya kecil untuk dimuat. Mengingat redaktur yang super sibuk tidak akan punya waktu untuk membenahi naskah tersebut.

2.        Judul harus Menarik
Pertama kali yang dibaca redaktur atas karya cerpen Anda adalah judul. Karenanya judul harus menarik dan ditulis jelas dengan menggunakan huruf kapital yang di-bold hingga redaktur terangsang untuk membaca keseluruhan isi cerpen yang Anda kirim.

3.        Isi Cerita dan Ending harus Menarik
Cerpen yang memiliki peluang besar untuk dimuat di media massa, bila isi cerita dan ending-nya menarik. Hal lain yang perlu diperhatikan oleh penulis, bahwa cerpen dengan tema yang sesuai momentum lebih mendapatkan prioritas redaktur untuk dimuatnya. Karenanya, kirimkan cerpen bertema wanita menjelang peringatan Hari Kartini, atau bertema perjuangan dan kepahlawanan menjelang peringatan peringatan HUT Kemerdekaan RI!

4.        Tidak Mengandung Unsur SARA dan Pornografi
Hendaklah Anda tidak mengirimkan cerpen yang mengandung unsur SARA dan pornografi. Sekalipun bagus, namun cerpen Anda tidak akan dimuat oleh redaktur sastra di media massa. Sebab bila dimuat, cerpen Anda akan menimbulkan gejolak di masyarakat.

5.        Menyesuaikan Ketetapan Redaktur
Masing-masing redaktur sastra media massa memiliki ketetapan berbeda atas jumlah halaman dalam penulisan cerpen. Sebagai misal, redaktur media massa A hanya memuat cerpen yang ditulis dengan jumlah maksimal 4 halaman kwarto spasi ganda. Sementara redaktur media massa B bersedia memuat karya cerpen yang ditulis dengan jumlah maksimal 6 halaman kwarto spasi ganda. Dari sini, maka jangan mengirim cerpen yang ditulis dengan jumlah 6 halaman ke media massa A, karena tidak memiliki peluang untuk dimuat. Sebaiknya Anda mengirim cerpen itu ke media massa B. Di sana, cerpen Anda memiliki peluang untuk dimuat.

6.        Mengirim Intensif hingga Redaktur Mengenal Anda
Sebelum cerpen dimuat di media massa tertentu, jangan putus asa untuk terus mengirimkannya. Kirimkan cerpen Anda seminggu sekali, hingga redaktur mengenal nama dan karya Anda. Sesudah mengetahui kualitas karya-karya cerpen Anda, maka redaktur pasti memuatnya.

7.        Jangan Mengirim Cerpen Baru sesudah Cerpen Lama Dimuat
Sesudah cerpen yang lama berhasil dimuat di media massa tertentu, jangan cepat-cepat mengirim cerpen baru. Kirimkan cerpen baru sesudah 2-3 bulan pemuatan cerpen lama. Karena dalam waktu 2-3 tersebut, redaktur akan memuat cerpen dari penulis lain yang sudah lama mengantri. 

No comments:

Post a Comment