Kiat
Menulis Puisi
Oleh: Sri Wintala Achmad
Pesan penulis
sebelum memaparkan tentang cara menulis puisi, hendaklah bagi calon penyair
menganggap bahwa menulis puisi itu mudah. Dengan demikian, seorang calon
penyair akan berani untuk memulai dan terus menulis puisi secara intensif.
Hanya dengan cara itulah, calon penyair akan menjadi penyair dengan karya-karya
berstandar kualitatif. Karya-karya yang bukan sekadar hadir, namun dapat
memaknai kehadirannya.
Terdapat
beberapa langkah yang harus diterapkan oleh calon penulis puisi (calon penyair)
di dalam mulai mencipta puisi. Terdapat tujuh langkah dalam penciptaan puisi yang
lazim diterapkan para penyair. Ketujuh langkah tersebut, sebagai berikut:
1.
Mengikuti Teori
Bagi penyair
pemula hendaklah belajar menulis puisi terlebih dahulu dengan mengikuti teori
yang ada. Teori tersebut berkaitan sangat erat dengan struktur fisik dan struktur
batin puisi. Karenanya pelajari dulu dengan seksama tentang diksi, gaya bahasa
(majas), kata konkret, rima, imaji, nada, rasa, makna, dan intension yang merupakan unsur-unsur dalam karya puisi.
2. Menggunakan Naluri
Sesudah memahami
dan menguasai teori, lupakan teori tersebut dan gunakan kekuatan naluri di
dalam menulis puisi. Kerahkan kekuatan rasa, imaji, dan intuisi di dalam
mencipta puisi.
3. Teknik Penulisan
Tulislah puisi
dengan menggunakan huruf kapital pada kata kawal setiap kalimat (baris) atau
seluruh baris puisi dalam satu bait ditulis dengan huruf kecil. Jangan menulis
tanda baca yang tidak perlu. Di samping itu, tulislah judul dengan menggunakan
huruf kapital semua atau huruf kapital hanya pada setiap awal kata (selain
preposisi dan konjungsi).
4. Menggunakan Logika
Sesudah karya
puisi digubah, revisilah dengan menggunakan kekuatan logika. Langkah-langkah di
dalam melakukan revisi adalah sebagai berikut:
a. Telitilah
pemilihan kata, simbol, dan metafor yang tidak tepat (logis). Sesudah
ditemukan, gantilah dengan kata, simbol, dan metafor yang tepat.
b. Koreksilah
apakah hubungan antar kata, baris, dan bait sudah padu. Kalau belum, benahi
hingga padu dan membentuk satu makna.
c. Buang
kata-kata atau tanda baca yang tidak berguna. Dengan demikian, karya puisi akan
lebih padat dan kental.
d. Koreksilah
aksara dan tanda baca. Karena kesalahan dalam penulisan aksara dan tanda baca,
akan mengubah makna puisi. Di samping, hal itu akan dapat mengganggu pembaca.
5. Membuat Judul yang Tepat dan Menarik
Bila puisi telah
direvisi hingga sempurna, tulislah judul yang tepat dan menarik. Judul yang
tepat dan menarik, yang dapat memberikan gambaran tentang isi puisi. Bila
diibaratkan, judul adalah teras rumah, sementara isi dalam puisi adalah ruang
interior dan isi rumah. Karenanya tanpa memberikan judul yang tepat dan
menarik, seorang pembaca akan malas untuk membaca puisi Anda.
6. Mencantumkan Tempat dan Titi Mangsa
Cantumkan di
mana (tempat) dan kapan (titi mangsa) puisi itu ditulis hingga selesai. Pencantuman
titi mangsa terletak di bawah puisi. Pencantuman titi mangsa ini penting. Karena
selain menandai di mana dan kapan puisi itu ditulis, pula sangat berguna bagi
pembaca yang ingin mengetahui titi mangsa penulisannya.
7. Menulis Nama Kepenyairan
Tulislah
nama kepenyairan baik sebelum atau sesudah judul. Bila nama kita kurang marketable, gunakan nama pena (nama samaran)
yang mudah diingat oleh pembaca.

No comments:
Post a Comment