Wednesday, January 17, 2018

Kiat Menulis Puisi

Kiat Menulis Puisi
Oleh: Sri Wintala Achmad

Pesan penulis sebelum memaparkan tentang cara menulis puisi, hendaklah bagi calon penyair menganggap bahwa menulis puisi itu mudah. Dengan demikian, seorang calon penyair akan berani untuk memulai dan terus menulis puisi secara intensif. Hanya dengan cara itulah, calon penyair akan menjadi penyair dengan karya-karya berstandar kualitatif. Karya-karya yang bukan sekadar hadir, namun dapat memaknai kehadirannya.


Lantas bagaimana cara menulis puisi?
Terdapat beberapa langkah yang harus diterapkan oleh calon penulis puisi (calon penyair) di dalam mulai mencipta puisi. Terdapat tujuh langkah dalam penciptaan puisi yang lazim diterapkan para penyair. Ketujuh langkah tersebut, sebagai berikut:

1.      Mengikuti Teori
Bagi penyair pemula hendaklah belajar menulis puisi terlebih dahulu dengan mengikuti teori yang ada. Teori tersebut berkaitan sangat erat dengan struktur fisik dan struktur batin puisi. Karenanya pelajari dulu dengan seksama tentang diksi, gaya bahasa (majas), kata konkret, rima, imaji, nada, rasa, makna, dan intension yang merupakan unsur-unsur dalam karya puisi.

2.      Menggunakan Naluri
Sesudah memahami dan menguasai teori, lupakan teori tersebut dan gunakan kekuatan naluri di dalam menulis puisi. Kerahkan kekuatan rasa, imaji, dan intuisi di dalam mencipta puisi.

3.      Teknik Penulisan
Tulislah puisi dengan menggunakan huruf kapital pada kata kawal setiap kalimat (baris) atau seluruh baris puisi dalam satu bait ditulis dengan huruf kecil. Jangan menulis tanda baca yang tidak perlu. Di samping itu, tulislah judul dengan menggunakan huruf kapital semua atau huruf kapital hanya pada setiap awal kata (selain preposisi dan konjungsi).

4.      Menggunakan Logika
Sesudah karya puisi digubah, revisilah dengan menggunakan kekuatan logika. Langkah-langkah di dalam melakukan revisi adalah sebagai berikut:
a.   Telitilah pemilihan kata, simbol, dan metafor yang tidak tepat (logis). Sesudah ditemukan, gantilah  dengan kata, simbol, dan metafor yang tepat.
b.   Koreksilah apakah hubungan antar kata, baris, dan bait sudah padu. Kalau belum, benahi hingga  padu dan membentuk satu makna.
c.        Buang kata-kata atau tanda baca yang tidak berguna. Dengan demikian, karya puisi akan lebih padat  dan kental.
d.   Koreksilah aksara dan tanda baca. Karena kesalahan dalam penulisan aksara dan tanda baca, akan  mengubah makna puisi. Di samping, hal itu akan dapat mengganggu pembaca.

5.      Membuat Judul yang Tepat dan Menarik
Bila puisi telah direvisi hingga sempurna, tulislah judul yang tepat dan menarik. Judul yang tepat dan menarik, yang dapat memberikan gambaran tentang isi puisi. Bila diibaratkan, judul adalah teras rumah, sementara isi dalam puisi adalah ruang interior dan isi rumah. Karenanya tanpa memberikan judul yang tepat dan menarik, seorang pembaca akan malas untuk membaca puisi Anda.

6.      Mencantumkan Tempat dan Titi Mangsa
Cantumkan di mana (tempat) dan kapan (titi mangsa) puisi itu ditulis hingga selesai. Pencantuman titi mangsa terletak di bawah puisi. Pencantuman titi mangsa ini penting. Karena selain menandai di mana dan kapan puisi itu ditulis, pula sangat berguna bagi pembaca yang ingin mengetahui titi mangsa penulisannya.

7.      Menulis Nama Kepenyairan
Tulislah nama kepenyairan baik sebelum atau sesudah judul. Bila nama kita kurang marketable, gunakan nama pena (nama samaran) yang mudah diingat oleh pembaca.

No comments:

Post a Comment