Thursday, January 18, 2018

KIAT MENULIS NOVEL BEST SELLER

KIAT MENULIS NOVEL BEST SELLER
Oleh: Sri Wintala Achmad


Bagi seorang calon novelis akan merasa kesulitan di dalam memulai menulis novel, apabila tidak berani mencobanya. Sunggupun sudah berani mencoba namun tidak mengetahui caranya, calon novelis akan merasa kerepotan di dalam menggarap novel yang baik. Untuk itu, tips menulis novel yang baik bagi calon penulis adalah sangat diperlukan. Berikut langkah-langkah di dalam menulis novel yang dapat diterapkan oleh calon novelis:

1.        Menentukan Jenis Novel
Langkah pertama yang harus diambil oleh calon novelis adalah menentukan jenis novel. Anda dapat memilih salah satu jenis novel, misal: novel teenlit yang lingkup pembacanya para remaja, novel (fiksi) sejarah yang lingkup pembacanya masyarakat pecinta sejarah, novel politik yang lingkup pembacanya dari kalangan praktisi dan pemerhati politik, novel idealis yang lingkup pembacanya dari kalangan sastra murni, dll.

2.        Menentukan Tema
Langkah ke dua di dalam proses penulisan novel adalah menentukan tema. Beberapa tema yang dapat dipilih, antara lain: cinta dan romantika remaja, sejarah, filsafat, wayang, sosial, politik, dll.

3.        Membuat Sinopsis
Untuk mempermudah di dalam penulisan novel, buatlah terlebih dahulu sinopsisnya. Karena sinopsis merupakan acuan dasar bagi novelis yang ingin bercerita kepada pembaca melalui karya novel.

4.        Menentukan Tokoh dan Karakternya
Tentukan nama tokoh-tokoh dan karakternya. Pada tahapan ini, penulis juga menentukan status sosial, tingkat intelektual, usia, dan jenis kelamin dari tokoh-tokoh tersebut. Hal ini sangat penting di dalam membuat perbedaan bobot dialog antar tokoh dalam novel tersebut.

5.        Dari Pengenalan, Konflik, Puncak, dan Solusi
Secara garis besar di dalam menulis novel, seorang penulis harus memasukkan keempat unsur, yakni: pengenalan, konflik, puncak, dan solusi. Di bagian awal, penulis harus memperkenalkan tokoh-tokohnya. Di bagian tengah, penulis harus menciptakan konflik antar tokoh yan semakin lama semakin memuncak dan rumit. Di bagian akhir, penulis harus menyelesaikan konflik tersebut secara cerdas.

6.        Melukiskan Latar (Setting )
Lukiskan latar (setting) di awal setiap bagian novel. Hal ini akan membantu pembaca di dalam berimajinasi terhadap peristiwa yang tengah terjadi di suatu tempat tertentu, seperti: ruang tamu, taman, tepi sungai, di atas bukit, pantai, pulau terpencil, dsb.

7.        Melukiskan Waktu
Lukiskan waktu, kapan suatu peristiwa itu terjadi. Di dalam melukiskan waktu seorang novelis dapat menyebut secara langsung, seperti: pagi, siang, senja, atau malam. Menyebut secara tidak langsung, seperti: matahari setinggi tombak (pagi hari), matahari di puncak ubun kepala (siang hari), matahari bersarang di balik bukit (senja hari), bintang-bintang berkedipan (malam hari).

8.        Menjaga Alur Tetap Runtut
Agar pembaca setia mengikuti kisah yang Anda ceritakan lewat karya novel, jagalah alur cerita tetap runtut. Di samping itu, buatlah pembaca untuk selalu penasaran tentang kelanjutan dan akhir kisah yang Anda tuturkan lewat karya novel. Tanpa merasa penasaran terhadap kelanjutan dan akhir kisahnya, maka pembaca akan meletakkan novel di atas meja selama-lamanya. Tidak berminat membaca novel itu hingga tamat.

9.        Menyesuaikan Bahasa dengan Tema
Gunakan bahasa yang sesuai dengan tema. Misal: novel populer. Novel jenis ini seharusnya ditulis dengan bahasa renyah dan tidak banyak memasukkan kata-kata simbolik atau kalimat-kalimat filosofis yang sangat pelik. Sebaliknya, novel idealis. Novel jenis ini seharusnya ditulis dengan bahasa sastrawi yang sarat dengan simbol, metafora, dan ungkapan-ungkapan filosofis. Mengingat novel ini akan dibaca dari kalangan masyaratkat kelas menengah dan masyarkat elite secara intelektual.

10.    Menggunakan Tanda Apostrop
Gunakan tanda apostrop “…” pada setiap kalimat dialog, seperti: “Siapa namamu?”; “Tak aku sangka, kau seorang pecundang.”; “Pergi!”; dl.

11.    Mengakhiri Novel dengan Ending yang Memikat
Novel yang baik adalah menarik di awal (bagian pengenalan), di tengah (bagian konflik dan puncaknya), dan di akhir (bagian solusi). Dengan demikian, ending novel harus diberi bobot kualitas yang sama. Bobot ending yang berkualitas dan memikat bukan memberikan solusi atas konflik secara langsung, melainkan secara tidak langsung. Hal ini dimaksudkan, agar pembaca dapat menarik kesimpulan sendiri atas solusi tersebut melalui daya imajinasi dan kontemplasinya.

12.    Memberikan Judul yang Menarik
Berilah judul novel dengan semenarik mungkin. Judul yang menarik adalah singkat dan merangsang pembaca untuk membaca novel tersebut. Bila diibaratkan, judul serupa bagian eksterior rumah. Bila bagian eksteriornya sudah tidak menarik, orang akan jengah untuk memasuki ruang interior rumah itu. Pengertian lain, orang tidak akan tertarik membaca novel tersebut. Sekalipun merupakan hal kecil, namun peran judul sangat penting di dalam karya novel.



No comments:

Post a Comment