KIAT MENULIS NOVEL BEST SELLER
Oleh: Sri Wintala Achmad
Bagi
seorang calon novelis akan merasa kesulitan di dalam memulai menulis novel,
apabila tidak berani mencobanya. Sunggupun sudah berani mencoba namun tidak
mengetahui caranya, calon novelis akan merasa kerepotan di dalam menggarap
novel yang baik. Untuk itu, tips menulis novel yang baik bagi calon penulis
adalah sangat diperlukan. Berikut langkah-langkah di dalam menulis novel yang
dapat diterapkan oleh calon novelis:
1.
Menentukan Jenis
Novel
Langkah pertama yang harus diambil oleh
calon novelis adalah menentukan jenis novel. Anda dapat memilih salah satu
jenis novel, misal: novel teenlit yang lingkup pembacanya para remaja, novel
(fiksi) sejarah yang lingkup pembacanya masyarakat pecinta sejarah, novel
politik yang lingkup pembacanya dari kalangan praktisi dan pemerhati politik,
novel idealis yang lingkup pembacanya dari kalangan sastra murni, dll.
2.
Menentukan Tema
Langkah ke dua di dalam proses penulisan
novel adalah menentukan tema. Beberapa tema yang dapat dipilih, antara lain:
cinta dan romantika remaja, sejarah, filsafat, wayang, sosial, politik, dll.
3.
Membuat Sinopsis
Untuk mempermudah di dalam penulisan novel,
buatlah terlebih dahulu sinopsisnya. Karena sinopsis merupakan acuan dasar bagi
novelis yang ingin bercerita kepada pembaca melalui karya novel.
4.
Menentukan Tokoh
dan Karakternya
Tentukan nama tokoh-tokoh dan
karakternya. Pada tahapan ini, penulis juga menentukan status sosial, tingkat
intelektual, usia, dan jenis kelamin dari tokoh-tokoh tersebut. Hal ini sangat
penting di dalam membuat perbedaan bobot dialog antar tokoh dalam novel
tersebut.
5.
Dari Pengenalan,
Konflik, Puncak, dan Solusi
Secara garis besar di dalam menulis
novel, seorang penulis harus memasukkan keempat unsur, yakni: pengenalan,
konflik, puncak, dan solusi. Di bagian awal, penulis harus memperkenalkan
tokoh-tokohnya. Di bagian tengah, penulis harus menciptakan konflik antar tokoh
yan semakin lama semakin memuncak dan rumit. Di bagian akhir, penulis harus
menyelesaikan konflik tersebut secara cerdas.
6.
Melukiskan Latar
(Setting )
Lukiskan latar (setting) di awal setiap bagian novel. Hal ini akan membantu pembaca
di dalam berimajinasi terhadap peristiwa yang tengah terjadi di suatu tempat
tertentu, seperti: ruang tamu, taman, tepi sungai, di atas bukit, pantai, pulau
terpencil, dsb.
7.
Melukiskan Waktu
Lukiskan waktu, kapan suatu peristiwa
itu terjadi. Di dalam melukiskan waktu seorang novelis dapat menyebut secara
langsung, seperti: pagi, siang, senja, atau malam. Menyebut secara tidak
langsung, seperti: matahari setinggi tombak (pagi hari), matahari di puncak
ubun kepala (siang hari), matahari bersarang di balik bukit (senja hari), bintang-bintang
berkedipan (malam hari).
8.
Menjaga Alur
Tetap Runtut
Agar pembaca setia mengikuti kisah yang
Anda ceritakan lewat karya novel, jagalah alur cerita tetap runtut. Di samping
itu, buatlah pembaca untuk selalu penasaran tentang kelanjutan dan akhir kisah
yang Anda tuturkan lewat karya novel. Tanpa merasa penasaran terhadap
kelanjutan dan akhir kisahnya, maka pembaca akan meletakkan novel di atas meja
selama-lamanya. Tidak berminat membaca novel itu hingga tamat.
9.
Menyesuaikan
Bahasa dengan Tema
Gunakan bahasa yang sesuai dengan tema.
Misal: novel populer. Novel jenis ini seharusnya ditulis dengan bahasa renyah
dan tidak banyak memasukkan kata-kata simbolik atau kalimat-kalimat filosofis
yang sangat pelik. Sebaliknya, novel idealis. Novel jenis ini seharusnya
ditulis dengan bahasa sastrawi yang sarat dengan simbol, metafora, dan
ungkapan-ungkapan filosofis. Mengingat novel ini akan dibaca dari kalangan
masyaratkat kelas menengah dan masyarkat elite secara intelektual.
10.
Menggunakan
Tanda Apostrop
Gunakan tanda apostrop “…” pada setiap
kalimat dialog, seperti: “Siapa namamu?”; “Tak aku sangka, kau seorang
pecundang.”; “Pergi!”; dl.
11.
Mengakhiri Novel
dengan Ending yang Memikat
Novel yang baik adalah menarik di awal
(bagian pengenalan), di tengah (bagian konflik dan puncaknya), dan di akhir
(bagian solusi). Dengan demikian, ending
novel harus diberi bobot kualitas yang sama. Bobot ending yang berkualitas dan memikat bukan memberikan solusi atas
konflik secara langsung, melainkan secara tidak langsung. Hal ini dimaksudkan,
agar pembaca dapat menarik kesimpulan sendiri atas solusi tersebut melalui daya
imajinasi dan kontemplasinya.
12.
Memberikan Judul
yang Menarik
Berilah judul novel dengan semenarik
mungkin. Judul yang menarik adalah singkat dan merangsang pembaca untuk membaca
novel tersebut. Bila diibaratkan, judul serupa bagian eksterior rumah. Bila
bagian eksteriornya sudah tidak menarik, orang akan jengah untuk memasuki ruang
interior rumah itu. Pengertian lain, orang tidak akan tertarik membaca novel
tersebut. Sekalipun merupakan hal kecil, namun peran judul sangat penting di
dalam karya novel.

No comments:
Post a Comment