7 LANGKAH KIAT MENCIPTA CERPEN
Oleh: Sri Wintala Achmad
Berdasarkan
pendapat umum yang bersumber dari para cerpenis bahwa menulis cerpen mudah,
asal calon penulis cerpen mengetahui caranya. Adapun cara umum yang digunakan
dalam menulis cerpen adalah sebagai berikut:
1.
Mendapatkan Ide
Tanpa ide, Anda tidak dapat menulis
cerpen. Karenanya sebelum menulis cerpen, dapatkan terlebih dahulu ide yang
baru dan unik. Untuk mendapatkan ide yang baru dan unik; Anda harus membaca
banyak buku dan geliat alam, melakukan observasi atau riset, serta banyak
mendengar cerita orang lain ketimbang
bercerita pada orang lain secara lisan.
2.
Jangan Menulis
Judul Sebelum Cerpen Usai Dituliskan
Menulis judul sebelum cerpen usai
dituliskan ibarat membatasi ruang gerak penulis di dalam mengembangkan isi
cerita dalam cerpen. Kalau hal itu tetap dilakukan, maka cerpen yang Anda
ciptakan akan terasa hambar, kaku, dan tidak menarik untuk dibaca.
3.
Menentukan
Bentuk Penulisan Cerpen
Sebelum Anda menulis alenia pertama,
tentukan terlebih dahulu bentuk cerpen yang akan ditulis. Bentuk penulisan
cerpen hanya dengan narasi semata, kombinasi narasi dan dialog, atau dialog
semata.
4.
Memberikan
Kemerdekaan Imaji selama Proses Penulisan
Selama proses penulisan cerpen, berikan
kemerdekaan imaji Anda untuk bermain-main. Namun satu hal yang tidak diabaikan,
bahwa Anda tetap fokus di dalam mengatur alur cerita yang runtut. Di samping
itu, Anda tetap memperhatikan unsur konflik dan penyelesaiannya yang cerdas,
hingga cerpen memiliki daya tarik bagi pembaca.
5.
Membuat Ending
yang Menarik
Hal paling sulit dalam penciptaan cerpan
adalah membuat ending (baik sad ending atau happy ending) yang menarik. Ending
yang memberikan ruang kontemplasi pembaca atas isi cerita. Hal lain yang layak
dipahami oleh penulis cerpen, bahwa pembaca lebih berminat pada ending menggantung. Ending yang tidak memberikan kesimpulan atas isi cerita dalam
cerpen. Ending yang merangsang
pembaca untuk mendapatkan pesan inti yang disampaikan oleh penulis cerpen
melalui karyanya.
6.
Membubuhkan
Tempat dan Titi Mangsa
Seusai cerpen diciptakan, bubuhkan
tempat dan titi mangsa di bawah karya cerpen tersebut. Hal ini penting bagi
pembaca yang ingin tahu tentang di mana dan kapan karya cerpen itu ditulis.
7.
Menyunting dan
Mengoreksi Aksara
Sesudah cerpen selesai diciptakan dan
lengkap dengan judulnya yang memikat, lakukan penyegaran otak (pengendapan) terlebih dahulu. Sesudah
pikiran kembali segar, lakukan penyuntingan dan pengoreksian aksara. Hal ini
penting dilakukan. Agar cerpen yang digubah benar-benar bernas. Kental isinya,
alur ceritanya lancar, konflik dan ending-nya
memikat, serta terlepas dari salah tulis huruf dalam kata dan tanda baca.

No comments:
Post a Comment